Pembelajaran PHP 01 Pengenalan Awal Mengenai PHP 2022
18 March 2022
Christo Kevin, ST
19 menit

Pembelajaran PHP 01 Pengenalan Awal Mengenai PHP 2022


Hallo bastie, sebelumnya sudah saya singgung mengenai Pembelajaran PHP 00 Persiapan Bagi Pemula 2022 sebagai awal dalam pengenalan PHP. Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan terlebih dahulu secara singkat dan jelas mengenai  "apa sih sebenarnya PHP itu? Bagaimana Awal mula atau Sejarah Singkat mengenai PHP? Dan sebenarnya apakah PHP itu masih dibutuhkan hingga sekarang yaitu tahun 2022?


1. Apa sih itu PHP ?

Menurut kami alodospem.web.id, secara garis besar PHP adalah sebuah proses untuk menghasilkan kode HTML.

wah masih bingung juga bestie mengenai maksudnya? oke deh disini alodospem bantu memberikan beberapa pengertian PHP ini menurut para ahli yang bisa sedikit memberikan gambarannya.

Menurut Mundzir (2018:3) PHP berasal dari kata "Hypertext Preprocessor", yaitu bahasa pemrogrman universal untuk penanganan pembuatan dan pengembangan sebuah situs web dan bisa digunakan bersamaan dengan HTML.*

Contohnya, saya berencana akan membuat file pembelajaran.html yang berisikan sebuah kalimat "Pembelajaran PHP" hingga 10 kali dengan menggunakan html biasa, maka codingnya akan menjadi seperti berikut ini :

pembelajaran.html 

<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
    <meta charset="UTF-8">
    <meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
    <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
    <title>Alodospem Pembelajaran 1 PHP</title>
</head>
<body>
<h2>Daftar Pembelajaran PHP Alodospem</h2>
  <ol>
   <li>Pembelajaran PHP ke-1</li>
   <li>Pembelajaran PHP ke-2</li>
   <li>Pembelajaran PHP ke-3</li>
   <li>Pembelajaran PHP ke-4</li>
   <li>Pembelajaran PHP ke-5</li>
   <li>Pembelajaran PHP ke-6</li>
   <li>Pembelajaran PHP ke-7</li>
   <li>Pembelajaran PHP ke-8</li>
   <li>Pembelajaran PHP ke-9</li>
   <li>Pembelajaran PHP ke-10</li>
  </ol>
</body>
</html>

hasil running pembelajaran.html

Nah sedangkan kalau kita menggunakan kode script dengan php, maka penulisan codingnya akan menjadi jauh lebih simpel, efisien dan mudah, berikut ini coding dari file pembelajaran.php :

<!DOCTYPE html>
    <html lang="en">
        <head>
            <meta charset="UTF-8">
            <meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
            <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
            <title>Alodospem Pembelajaran 1 PHP</title>
        </head>
        <body>
       
        <h2>Daftar Pembelajaran PHP Alodospem</h2>
        <ol>
        <?php
        for ($i= 1; $i <= 10; $i++) //angka 10 disini menyatakan 10 kali Pembelajaran PHP ditampilkan seperti pada kode html diatas
            {
                echo "<li>Pembelajaran PHP ke-$i</li>";
            }
        ?>
       
    </ol>
</body>
</html>

Lihatkan dengan menggunakan kode script PHP maka proses dalam menghasilkan kode html pada sebuah website akan sangat jauh lebih cepat. Coba kalian bayangkan jikalau menggunakan kode html sebanyak 10 kali mungkin gak bakal cape tapi coba deh kalian pikir jikalau disuruh buat sebanyak ratusan, ribuan hingga jutaan kali wah wah, mantap sekali kalau bisa membuat sebanyak itu dengan html berarti kalian orang yang niat atau mungking lagi gabut banget deh hehehe...


2. Sejarah PHP Singkat

Seperti layaknya sebuah teknologi yang selalu berkembang, PHP ini selalu diperbarui bahkan sampai mengalami sebuah perubahaan yang cukup signifikan dari tujuan awalnya. Bahkan PHP sebenarnya tidak direncanakan menjadi sebuah bahasa pemrograman. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita melihat sejenak bagaimana perjalanan PHP sejak muncul pertama kali lebih dari 2 dekade yang lalu. 
  • PHP (1994), Cikal bakal PHP berasal dari sebuah script dalam bahasa C yang dibuat tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf. Rasmus Lerdorf merupakan seorang programmer kelahiran Denmark yang saat ini berdomisili di Kanada. Script yang dirancang Lerdorf tersebut bertujuan untuk mencatat jumlah user yang mengunjungi website pribadinya. Beberapa waktu kemudian, ia menambah fitur lain seperti penanganan form HTML dan menampilkan data dari database.Rasmus Lerdorf menyebut kode program ini dengan sebutan Personal Home Page/Forms  Interpreter atau PHP/FI.
  • PHP 1 (1995), Rasmus Lerdorf merilis kode tersebut ke publik dengan nama Personal Home Page Tools (PHP Tools) version 1.0, yang kemudian dikenal sebagai PHP 1. Dapat dilihat bahwa pada awalnya PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page.
  • PHP 2 (1996),  Personal Home Page/Forms Interpreter 2 dirilis Rasmus Lerdorf  dengan penambahan fitur seperti struktur logika IF ELSE, serta peningkatan performa dibandingkan versi PHP 1.
  • PHP 3 (1997), Zeev Suraski dan Andi Gutmans ikut mengambil bagian dalam pengembangan PHP. Mereka membuat ulang parsing engine PHP agar lebih stabil. Proses  membuat ulang parsing engine ini bisa diibaratkan dengan menulis ulang seluruh kode program PHP. Akhirnya pada tahun 1998 PHP versi 3 dirilis ke publik. Perilisan PHP 3 juga ditandai dengan perubahan singkatan PHP yang sebelumnya PHP/FI: Personal Home Page Tools, menjadi PHP: Hypertext Preprocessor. 
  • PHP 4 (2000), Parsing engine PHP 4 kembali dibuat ulang oleh Zeev Suraski dan Andi Gutmans yang di beri nama Zend Engine (gabungan dari nama Zeev dan Andi). Zend Engine memperbaiki performa PHP dari versi sebelumnya terutama ketika memproses data yang kompleks.
  • PHP 5 (2004), memperbaiki versi PHP sebelumnya, PHP 5 diluncurkan pada 13 Juli 2004. PHP 5 telah mendukung penuh pemrograman objek (perbaikan dari PHP 4) serta peningkatan performa melalui Zend Engine versi 2. PHP 5 juga menyertakan banyak fitur baru, seperti PDO (PHP Data Objects) untuk pengaksesan database, closures, trait, dan namespaces.
  • PHP 6 (2005), versi lanjutan dari PHP, yakni PHP 6 sebenarnya telah lama dikembangkan, dimulai sejak tahun 2005 (satu tahun setelah PHP 5 dirilis). Fokus pengembangan PHP 6 terutama untuk mendukung Unicode, yakni agar PHP bisa dipakai untuk berbagai jenis karakter bahasa nonlatin. Dalam perjalanannya, performa PHP 6 ternyata tidak memuaskan. Dukungan untuk unicode membuat PHP berjalan lebih lambat, selain itu fitur ini sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Ditambah dengan beberapa masalah lain, pengembangan PHP 6 menemui jalan buntu dan akhirnya dihentikan.
  • PHP 7  (2015), perubahan yang paling terlihat adalah peningkatan performa. Menggunakan Zend Engine 3, PHP 7 di-klaim berjalan 2 kali lebih cepat daripada PHP 5.6. Core engine PHP 7 berasal dari proyek eksperimen phpng (PHP next generation), yang dikembangkan Dmitry Stogov, Xinchen Hui dan Nikita Popov. Proyek ini menggunakan pendekatan modern agar PHP diproses dengan lebih cepat seperti memakai teknik just-intime (JIT) compiler.
Nah itu dia sejarah singkat yang saya rakum berdasarkan catatan sejarah PHP dari berbagai sumber seperti wikipedia* dan php.net*


3. Apakah belajar atau menggunakan php masih worth it kah di tahun 2022 ini?

Jawabannnya iya, mengapa menurut penggalaman saya saat ini bahkan ada beberapa jurusan termasuk teknik informatika pada projek akhir yaitu skripsi masih banyak menggunakan projek pembuatan aplikasi. Selain itu dengan mempelajari dan menggunakan php kamu bisa membuat website buat dipakai untuk mempromosikan bisnis atau karyamu bahkan kalau sudah mahir kamu bisa membuka jasa pembuatan website. Website alodospem ini saya membuatnya murni dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP 7.


Pembelajaran Selanjutnya?

Pada pembelajaran berikutnya akan saya bahasa mengenai xampp, menurut saya perlu dong untuk memperkenalkan aplikasi xampp ini karena merupakan basic awal agar coding php kita bisa berjalan pada browser pc kita, saya juga sudah membuat atau merangkupnya sehingga mudah dimengerti. 


Refrensi


Bagikan ke media sosial :

Silahkan chat dengan tim kami Admin akan membalas dalam beberapa menit
Halo, Ada yang bisa kami bantu? ...
Mulai chat...